Wednesday, April 23, 2008

Agama Cinta


Apa yang paling bernilai bagi manusia ? mengapa cinta amat berharga sebagai burok menempuh mi’raj kebahagiaan ? bagaimana benar-benar merasakan kelezatan sari-sari cinta ? dari sini terinspirasi oleh “Ayat Ayat Cinta” kami akan mulai menelaah / mengurai dengan sederhana tentang keajaiban cinta dalam islam


Tanpa cinta, seluruh aktifitas kehidupan tak lebih hanya sebentuk tirai kebahagiaan. Hanya dengan cinta manusia telah terbang bebas, seperti rajawali yang melayang indah di angkasa. Cinta melahirkan mata elang yang menatap semesta secara utuh, tidak lagi melihat hidup sepotong-sepotong


Demi menggapai stasiun cinta itu tidak mensyarati kata-kata semata juga perlu diiringi dengan pengalah hidup. Cinta memang bukan untuk dikatakan, hanya perlu ditunjukkan dan dialami, barulah kita merasakan keajaiban cinta. Anda penasaran, apa bentuk keajaiban cinta ?

Karena ternyata ada pasangan yang mula-mula saling mencintai berubah saling berantem, bahkan terancam cerai. Perlulah kiranya meneliti lebih jauh, mungkin yang dirajuk bukanlah cinta sejati, karena cinta selagi bermakna cinta adalah : memberi, memaafkan dan berkorban tiada akhir (endless love)


Mengapa islam disebut agama cinta ? karena inti islam adalah iman dan inti iman adalah cinta. Konsep ini dilansir oleh QS Al Baqarah : 165

“... adapun orang yang beriman sangat cinta kepada Allah..”


Andaikan iman sekadar percaya, mengapa kita tidak diminta beriman pada iblis la’natullah alaih. Kalau demikian iman benar-benar mencerminkan energi cinta, karena cinta hanya ditujukan pada kiblat kebajikan. Karena itu, islam memandang nikmat yang paling tinggi dari sekian nikmat adalah nikmat iman (cinta). Tanpa cinta seluruh kehidupan akan hampa, kering dan gersang. Di lahan yang hampa, kering dan gersang tak ada tumbuhan yang hidup


Piramida nikmat dari yang paling rendah ke yang tertinggi tersimpul :

Nikmat rezeki, jodoh, kekayaan, ilmu pengetahuan dan iman (agama). Lima kenikmatan sebelumnya tanpa dijiwai dengan iman (cinta) maka tidak akan bermakna apa2. Dan banyak orang besar mengungkapkan, untuk menggapai lima kenikmatan tersebut hanya dijalani dengan cinta. Sebuah cinta karena Allah, sebentuk energi yang tak pernah habis bahkan terus memancar-mancar.


Andaikan orang mengerti hakikat kehidupan, maka tidak akan berani menukarkan cinta dengan kenikmatan yang lain, menukarkan cinta dengan rezeki, jodoh, kekayaan, atau ilmu pengetahuan. Karena seluruh kenikmatan selain cinta hanya sarana kebahagiaan, sementara ruhnya ada pada cinta. Orang bisa mendapatkan seluruh kenikmatan hidup dengan cinta, tetapi orang tidak bisa membeli cinta dengan seluruh kenikmatan yang lain.


Ketika hati kita digenangi dengan cinta, maka akan menumbuhkan relasi yang elok dengan Allah, diri sendiri, sesama dan kehidupan, berikut akan berbuah kebahagiaan. Dan perlu diketahui bahwa pusat cinta adalah Allah, hanya dengan mencintai Allah maka kebahagiaan hidup akan diperoleh. Mencintai Allah, mencintai diri karena Allah, mencintai sesama karena Allah, dan mencintai kehidupan karena Allah. Inilah alasannya mengapa cinta kita pada diri, manusia dan kehidupan merupakan pantulan cinta pada Allah. Jasad manusia akan hidup dengan nafas, tetapi ruhani hanya bisa hidup dengan cinta. Tanpa cinta ruhani akan lemah, tak berdaya, bahkan mati. Karena itu mengapa orang-orang kafir dianggap sudah mati ? kematian mereka bukan secara lahiriah tetapi secara ruhani.


Ketika orang telah bermandikan cahaya cinta, maka hidupnya selalu diwarnai kebahagiaan, wajahnya ceria berbinar-binar. Maka dari dalam jiwanya akan tumbuh ketulusan dalam beribadah. Ingatlah hanya ibadah yang tulus yang sampai pada Allah. Jika Anda sudah tulus maka hati akan bening, kebeningan itu akan membawa kesukacitaan menjalani aktifitas dan kebaktian. Tuhan tidak melihat amal, tetapi lebih mengawasi motivasi dibalik amal. Hati bening dan tulus melulu memancarkan motivasi kebaikan, dan itu hanya dimiliki oleh orang-orang yang beriman


Senada dengan spirit sabda Rasulullah SAW “Niat orang beriman lebih baik daripada amalnya, amalnya orang munafik lebih baik daripada niatnya, dan masing-masing dia kerjakan berdasarkan niatnya”


Ketulusan merupakan salah satu sayap-sayap cinta yang akan membuat orang sampai pada Allah. Bayangkan seorang pelacur yang menggunakan sandalnya untuk menyauk air demi diminumkan pada anjing yang kehausan dan meregang nyawa dengan didasari rasa kasih yang tulus nan murni, diangkat derajatnya oleh Allah dan dimasukkan surga. Memang dalam cinta, budak bisa menjadi raja dan raja bisa menjadi budak. Perubahan besar dan abadi hanya bisa diperoleh dengan sentuhan tangan-tangan cinta.


Andaikata kita berdakwah untuk mendapatkan uang, honor, sehingga harus memasang tarif, maka berarti kita belum dipenuhi semangat cinta. Memberi untuk mendapatkan bukan ciri cinta tapi ciri bisnis murni. Melalui energi tulus maka akan mengalir mutiara sikap lain yakni tawakal, sabar, ridho dan syukur tanda telah masuknya cahaya salam, rahmat dan berkah secara utuh kedalam hati.


Pertama salam, sayap-sayap cinta melahirkan salam, yang ditandai dengan sikap tawakal dengan masa depan, sehingga tidak pernah dibayang-bayangi oleh kecemasan. Kecemasan hanya terpercik oleh pikiran negatif soal masa depan yang belum tentu akan dialami. Andaikan salam telah merasuk ke dalam hati kita, maka bayang-bayang ketakutan terhadap masa depan akan lenyap, karena tidak lagi melihat hambatan menakutkan yang terlintas di pikiran. Kita hanya melihat bahwa di depan ada cinta, cinta itulah yang akan menyibak hambatan menjadi kemenangan besar.


Kehadiran salam juga ditandai dengan sabar, sebuah mental hidup yang bisa meretas jaring frustasi. Rasa frustasi hanya menyelinap di hati orang yang tidak meyakini keluasan rahmat Allah. Rahmat Allah hanya diukur melalui pikirannya yang terbatas. Ingatlah saudaraku, rahmat Allah tidak bisa dibayangkan dengan pikiran, karena itu kita tidak dapat menghitung nikmat Allah. Bagi orang yang telah mendapati oasis salam, maka dia selalu optimis karena rahmat Allah luas, melampaui langit dan bumi. Orang tawakal dan sabar akan selamat dalam menjalani pendakian menuju Allah, dan buahnya adalah kehidupan yang tenang, damai


Kedua rahmat, kepakan sayap cinta menjelmakan rahmat, sebentuk mental ridha atau puas. Kaya yang sesungguhnya adalah puas dengan apa yang diterima (qona’ah). Dalam kepuasan kita akan mereguk kebahagiaan yang meluap-luap tak ada habisnya. Ketika orang puas, maka akan tumbuh kesukacitaan dalam menjalani hidup, dan hari-harinya hanya dipenuhi semangat yang terus menyala. Tak ada kecewa sedetikpun dengan apa yang diterima, karena itulah kenikmatan paling sempurna yang datang dari Yang Maha Sempurna. Rahasia yang menjadikan mereka puas, bukan karena kenikmatan yang diperoleh, tapi karena amat cintanya pada yang memberikan.


Dengan kacamata prasangka baik, seluruh pernak pernik kehidupan dia terima dengan ridha. Cinta Tuhan melampaui cinta orangtua pada anaknya. Setiap yang datang dari Allah pasti penuh dengan makna cinta. Kitapun belajar untuk tidak hanya melihat nikmat yang diperoleh, tetapi juga motivasi dari Yang Memberi. Jika seluruh kenikmatan ditangkap dengan kacamata ridha, maka hidup pun akan menjadi aman penuh sukacita.


Ketiga berkah, sayap-sayap cinta melahirkan berkah. Berkah hanya bisa dipikat dengan semangat syukur dalam segala keadaan. Andaikan kita selalu bersyukur dalam segala keadaan, maka ketentraman hidup akan melulu meliputi kita, karena kekayaan syukur akan selalu membuat manusia dalam sukacita. Tanpa bersyukur maka segala kenikmatan hanya malapetaka yang menyumbang derita.


Belajarlah bersyukur dan berterimakasih pada Allah, sesama dan kehidupan. Saat semangat syukur itu mengalir dari sungai hati kita, maka betapa hidup amat lapang, bahagia, dan melulu diliputi dengan kesukacitaan


Awali berterimakasih pada Allah, selanjutnya pada manusia, dan kehidupan. Saat manusia telah hilang dalam pusaran syukur, berarti berhasil meruntuhkan tembok keakuan (ego) sehingga hidupnya hanya menjadi persembahan bagi Allah dan kehidupan.

Andaikan salam, rahmat dan berkah sebagai pengejawantahan cinta terus mewarnai kehidupan semesta, maka betapa kita akan benar-benar merasakan keindahan, keanggunan dan kesejukan Agama Cinta


Yakinlah Anda menjemput bahagia dengan cinta !..



Penulis : Ibu Riadho BS


Monday, November 19, 2007

Baksos Assalam Ramadhan 1428 H

Matanya bening, wajahnya lugu... walau ada kesenduan terpendam jauh dalam pandangan, dengan tawa kecil dan kelincahan khas anak2 mereka menyambut dengan akrab kehadiran kami, seakan mereka tahu bentangan kasih sayang dari Allah yang telah mengantar kami menuju panti suhan dimana mereka berada.

Bahagia rasanya menjadi jalan kebaikan untuk hamba Allah yang lain... berbagi dengan saudara kita yang kurang beruntung, tawa dan senyum mereka bagaikan tetesan embun yang menyejukkan hati kita, sebahagia kami mendapatkan teman seperjuangan bersama infak dan zakat yang saudara saudariku amanahkan kepada kelompok pengajian kami, saudara seperjuangan yang menyayangi anak yatim, yang peduli dengan dhuafa, yang taat pada perintah Allah dan meneladani Rasulullah dengan mendermakan sebagian rezki yang diamanahkan oleh Allah SWT

Alhamdulillah tahun ini kami berkesempatan juga untuk bertemu dan menginfakkan amanah saudara saudari sekalian pada Koordinator Penyantun Lansia di daerah Kenjeran. Para lansia yang diurus dan disantuni dengan penuh teladen dan kasih sayang oleh seorang hamba Allah yang tergerak hatinya untuk memikirkan nasib lansia yang dhuafa, bahkan sebatang kara, agar tidak jadi pengemis dan gelandangan di akhir hidupnya. Dengan mendapat dukungan dari warga setempat, walau masih dengan sangat sederhana semoga bernilai tinggi di hadapan Allah...

Kami menyadari, tiada satu kekuatan p
un bila perjuangan ini hanya kami lakukan sendiri, lewat tulisan ini kami haturkan beribu terimakasih pada saudara saudariku yang dirahmati Allah yang telah menyertai dan mendorong perjuangan kami, semoga Allah selalu memberi kemudahan bagi kita semua untuk menjadi jalan kebaikan dan kebahagiaan bagi hamba2 Allah yang lain dan tetap menyertai perjuangan kami untuk setiap bakti sosial yang kami selenggarakan. Jazakumulloh Qoiron Katsiron.


















LAPORAN BAKTI SOSIAL PENGAJIAN ASSALAM
RAMADHAN 1428 H / OKTOBER 2007

Penerimaan :
- Infaq / Shodaqoh Rp 3.057.250,-
- Zakat Maal Rp 4.050.000,-
Total Penerimaan Rp 7.107.250,-

Pengeluaran :
- Paket buka puasa sebanyak 80 bungkus nasi untuk Masjid Al Falah Rp 282.250,-
- Infaq / shodaqoh untuk Koord. Kaum Lansia Rp 1.000.000,-
- Takjil untuk Kaum Lansia Rp 50.000,-
- Zakat Maal dan infaq / shodaqoh untuk Panti Asuhan Milinium Sidoarjo Rp 1.500.000,-
- Zakat Maal dan Infaq / shodaqoh untuk Panti Asuhan Al Iksan Surabaya Rp 1.000.000,-
- Zakat Maal dan Infaq / shodaqoh untuk Panti Asuhan Ust. Muzayyin Jombang Rp 500.000,-
- Zakat Maal dan Infaq / shodaqoh untuk Panti Asuhan Amanah Surabaya Rp 775.000,-
- Zakat Maal untuk Panti Asuhan Al Hikmah Gresik Rp 1.000.000,-
- Zakat Maal dan Infaq / shodaqoh untuk Panti Asuhan Mizan Amanah Tsani Surabaya Rp 1.000.000,-
Total Pengeluaran Rp 7.107.250,-

#by : no#

Friday, March 23, 2007

Pohon Juga Ayat-Ayat Nya

Assalamualaikum wr wb,

Sobat yang selalu dalam kasih sayang dan cinta Allah, Alhamdulillah ternyata lewat kasih sayang Allah pula kita masih bisa saling bersay hello, tuk saling mengingatkan, saling berjuang dalam memperbaiki diri tak lupa.. sholawat juga tersampaikan untuk teladan yang sangat kami cintai Rasulullah Muhammad saw, yang semangatnya begitu dahsyat yang selalu menjadi inspirasi menghadapi hidup ini......


Sobat, sore ini seperti sore-sore yang lainnya, sebuah rutinitas seperti hari2 kemarin.... diantara kesibukan... diantara atmosfir Allah untuk setiap hambaNya... yang bebas tanpa dipungut biaya loh.. tapi ada yang membedakan sore ini, why ? Karena lewat sore ini ada hikmah terindah, kenafa... kalian mesti percaya bagaimana setiap detiknya Allah selalu memberi surprise, kok bisa ?!?... pertanyaan seperti ini nih yang menandakan bahwa ehm ehm iman dan keyakinan kita masih sangat begitu kurang dapat dipertanggungjawabkan lo kok ??... Astagfirullah, kita cari yuk sebabnya.. Cause setiap detik sebenarnya ada pelajaran dari Allah langsung untuk kita loh ? Sekecil apapun, ataupun hal yang menurut kita biasa-biasa sepele sekalipun, semua pasti ada penampakan ??? Hiii.. takut dong... bukan begitu mas’udnya.... Betapa tidak karena semua adalah ayat-ayat Allah yang terhampar... memenuhi jagat raya semesta ini.... sangat sangat ruarr biasa .... Maha Dahsyatnya lagi semua itu adalah terjemahan firman firmanNya di Alqur’an di alam semesta ini......


Sore ini juga begitu sejuk,... eh sobat sobat pasti pernah berteduh disebuah pohon, pohon apa aja , beringin atau asam, dipinggir jalan atau ditengah taman kota, yang besar dan rindang ! So pasti pernah kan... pernah ga sempat kepikir ngamatin saat kita berada dibawahnya... daun daunnya yang lebat tumbuh subur diantara ranting rantingnya yang menjulang, menjulur tampak kuat... sementara lingkaran diameter batangnya yang besar menandakan umur pohon ini cukup tua, ditandai pula dengan tampak akarnya yang kuat menyembul dipermukaan tanah tempat ia tumbuh... bagaimana dengan burung burung yang beranak pinak disitu, membuat sarang, ataupun ada yang meloncat sesekali rupanya si tupai mungil pun juga menempati pohon rindang ini untuk bersarang disitu, sementara dibawah pohon itu tak jarang tukang es, tukang bakso atau tukang becak istirahat dibawah pohon itu, ataupun kita sendiri sampai lier lier kena angin sepoi sepoi bikin siut siut saja alias ngantuk pengin tidur.... terus ada apa memang itu kan hal yang biasa saja, tidak ada yang istimewa kok, hanya sebuah pohon !... Sobat yang selalu dicintai Allah SWT, sore yang memang istimewa, karena dari pohon ini sebenarnya kita dapat mengambil banyak pelajaran kehidupan, nah lo darimananya ? Kita mulai yuk..


Pohon ini tak pernah pilih pilih siapa yang menghuni diranting dan segenap rimbun dedaunannya... Pohon ini tak pilih pilih semua yang berteduh dibawahnya, biar itu tukang cendol, pak becak, pejabat, ataupun presiden sekalipun semua boleh berteduh kok... saat seekor kucing membuang kotorannya dia akan rela rela saja karena pada dasarnya kotoran itu akan menjadi pupuk yang kelak bemanfaat untuknya, ataupun petugas pertamanan kota memangkas beberapa ranting dan daunnya, karena pasti ada yang berguna bila hujan lebat dan angin kencang tentu pohon ataupun ranting rantingnya tidak jatuh atau tumbang kena orang lain dengan kata lain membahayakan keselamatan makhluk lain.... dia tidak merasa sakit hati (jangan dijawab kalau pohon protes kita bisa pingsan... jadi seperti apa dong...)


Bukan begitu kalo boleh dikatakan, pohon yang kuat dan kokoh adalah gambaran orang yang beriman, lahir dan batinnya akan kuat pula selalu dalam dzikir ( mengingat Allah) yang sudah pasti tercermin dengan segala perilakunya, menyejukkan setiap orang yang melihat dan berada didekatnya, baik itu lewat perkataaannya yang selalu santun dan sopan tidak menyakiti orang lain, perbuatannya menjadi teladan dan manfaat bagi yang lainnya sekecil apapun... Juga apabila disakiti orang lain berupaya tidak mudah merasa sakit hati, selalu dimaknainya sebagai ladang amal untuk berlatih kesabaran. Kelapangan hatinya tercermin dalam sikap pemaafnya. Setiap ujian yang datang baik berupa musibah, atau sesuatu yang tidak mengenakkan, mengusik kadang melukai hati harus dilalui dengan sabar dan ikhlas, lapang, dan tenang hati serta sebagai alarm diri / self control untuk selalu mengevaluasi diri setiap saat... hidup harus dijalani dengan rasa bersyukur dan selalu berbaik prasangka kepada Allah SWT, keyakinannya begitu kuat bahwa semua yang ada dihadapannya pasti yang terbaik diberikan Allah kepadanya.... karena hanya ridlo yang dicarinya. Ridlo Allah swt...... Subhannallah !...


Ridlo disini adalah gambaran hati dan sikap hidup kita kepada Allah dimana kita selalu dalam keadaan menerima ataupun tawakal dengan apapun hasil yang akan diberikan Allah, baik itu berupa nikmat senang ataupun sesuatu yang tidak yang seperti kita harapkan... sebab kenapa selama ini banyak diantara kita terperosok dalam pemahaman saat harapan kita dikabulkan itu berarti Allah meridloi, seperti rezeki, prestasi, jabatan, jodoh, anak dlsb, sebaliknya saat Allah tidak memberi apa yang seperti kita inginkan kita akan kecewa berat, dan protes Allah tidak meridloi. Duh.. sobat inilah keterbatasan kita, begitu sangat sangat terbatas pikiran sekaligus kita memang lemah, mengapa kita tidak pernah mau berpikir dengan mata hati bahwa sebenarnya itu semua adalah yang terbaik untuk kita dengan selalu berpositip thinking, selalu berprasangka baik kepada Allah pasti semua ada hikmahnya, semua pasti yang terbaik utk kita.... Allohu Akbar !


So sobat yang selalu dalam ampunan dan rakhmat Allah SWT, begitu indah Allah menciptakan pohon, juga ciptaan2Nya yang lain, yang pasti selalu ada hikmah disana... betapa Maha agung dan bijaksanaNya semua yang diciptakannya tiada yang sia sia, sekecil apapun... semua pasti ada hikmahnya...

So sobat,..mudah mudahan dengan membaca salah satu ayat kauniah Allah ini kita dapat pula mengukur hati kita saat ini, artinya sudah seberapa kenalkah kita terhadap dzat Allah....hanya sekedar nama atau sebutan? Sudah selalu sambungkah channel hati kita kepadaNya disaat setiap apa yang kita pandang, setiap apa yang kita lakukan, setiap apa yang kita rasakan ?


Sobat mudah-mudahan Allah selalu membuka hati dan mengisinya dengan hidayahNya. Amin.


Wallahu A’lam Bishowwab